Senin, 25 Mei 2009


MEMAKNAI HARDIKNAS

Seperti yang kita ketahui bahwa HARDIKNAS (Hari Pendidikan Nasional) adalah salah satu event nasional yang selalu diperingati setiap tahunnya pada tanggal 2 Mei.

Tanggal 2 Mei dipilih karena merupakan tanggal kelahiran pahlawan pendidikan kita semua, Suwardi Suryaninggrat atau yang lebih kita kenal dengan nama “ Ki Hajar Dewantara”. Beliau telah banyak berjasa dalam bidang pendidikan di Negara kita, terutama di masa penjajahan dulu yang notabene rakyat-rakyat Indonesia pada waktu itu sebagian besar tidak berpendidikan. Salah satu jasanya bagi Negara kita adalah pendirian sekolah Taman Siswa yang banyak melahirkan putra-putri bangsa yang mulai mengenal apa artinya pendidikan.

HARDIKNAS memang selalu diidentikan denga Ki Hajar Dewantara sebagai orang yang telah banyak berjasa di dunia pendidikan Indonesia.

Di masa sekarang, HARDIKNAS di peringati dengan berbagai cara, misalnya dengan melaksanakan upacara bendera atau mengadakan berbagai lomba antar sekolah.

Tetapi apakah sebenarnya makna dari HARDIKNAS tersebut ????? Apakah hanya hari dimana setiap siswa dan guru maupun berbagai instansi terkait pergi berbondong-bondong ke lapangan untuk melaksanakan upacara ????? ataukah hari dimana banyak siswa yang mengikuti berbagai perlombaan dan membawa nama baik sekolah mereka ???

Sebenarnya jika kita mau berpikir sejenak, ada banyak cara yan lebih positif yang bisa kita lakukan untuk memperingati dan memaknai HARDIKNAS. Tidak hanya dengan upacara atau mengikuti berbagai perlombaan tetapi dengan cara melakukan sesuatu yang berguna bagi saudara-saudara yang kurang beruntung, karena HARDIKNAS adalah Hari Pendidikan Nasional yang berarti “Hari Pendidikan” bagi semua insan di Indonesia tanpa terkecuali. Tapi pada kenyataannya, masih banya saudara kita yang kurang beruntung dan tidak mampu melanjutkan sekolah ke SMA/SMK/MA.

Oleh karena itu kita sebagai pemuda-pemudi harapan bangsa hendaknya membuka mata untuk melihat bahwa walaupun pemerintah sudah menggratiskan biaya pendidikan sampai SMP, tetapi setelah itu mereka tetap berhenti sekolah Karen aorang tua mereka tak sanggup membiayai pendidikan di SMA/SMK/MA yang terbilang cukup besar.

Dan kesimpulannya adalah kenapa kita tidak membantu mereka saja dengan melaksanakan penggalangan dana ???? Dan bukannya melaksanakan upacara yang bagisebagian orang tidak memiliki makna apapun. Bukankah diluar sana mereka masih menanti uluran tangan kita ??????

Read more...

Pendidikan di Indonesia sangat rendah karena banyak orang yang tidak mengetahui arti penting pendidikan tersebut. Padahal dari pendidikan tersebut kita dapat memperoleh ilmu yang bermanfaat bagi kehidupan kita.

Masalah pendidikan di Indonesia sangat berat. Factor penyebabnya adalah sumberdaya manusia (SDM) yang rendah. Selain itu,factor kemiskinan juga berpengaruh. Pemerintah sudah membantu dalam membiayai pandidikan dengan sekolah gratis untuk SMP dan SD. Agar anak-anak yang tidak bisa sekolah, bisa bersekolah lagi dan memperoleh pendidikan.

Read more...
Memang sekolah wajib 9 tahun, dan walaupun gratis, tetap saja Ijazah SMP sudah tidak berharga lagi di mata dunia kerja.
Maka dari itu siswa-siswi yang baru tamat SMP lebih baik/harus melanjutkan ke tingkat selanjutnya yaitu SMA/SMK/MA. Nah, disanalah permasalahannya...!!!!!!!!!!!!! Banyak Orang tua yang tidak mampu ketika musim daftar sekolah tiba,hanya untuk biaya pendaftarannya saja orang tua siswa harus terkocar-kacir untuk mencari biayanya.Sehingga akibatnya tak sedikit anak yang putus sekolah karena alasan tersebut..
Bukankah Tujuan dari Pemerintah itu untuk meningkatkan kecerdasan masyarakat,,so kenapa musti tanggung dalam dalam aplikasinnya !!!!!
Read more...